Kamis, 06 Oktober 2016

nyanyian lagu rindu

                                                               Nyanyian lagu rindu
                                                                (muh ahmad ilham)
Alunan musik yang begitu syahdu terdengar dari sebuah radio tua yang begitu kusam masih tersimpan di atas kursi tak pernah ada yang memindakannya tak seorang pun selain ayah yang berani menyentuhnya tapi setelah ayah pergi tak ada lagi suara nyanyian indah yang terdengar dirumah ini , tak ada lagi alunan musik yang menghibur hati kala duka datang menyelimuti.

Yah .. masih terbayang jelas di ingatanku saat ayah pergi merantau dan sampai sekarang belum ada kabar tak pernah berkirim surat hanya pesan dan tanggung jawab besar yang ia sematkan di punggungku masih kuingat jelas pesannya padaku sebelum dia melangkah meninggalkan kami di berpesan.
 "Nak ayah akan pergi kamu jaga ibu dan adik adikmu yah "kata ayah
"Tapi.. ayah kemana ayah akan pergi ? "
"Ayah mau membuat kalian bahagia "
Itulah kata kata terakhirnya sebelum meninggalkan kami dia pergi mencari kebahagian kami ingin sekali kukatakan bahwa makan dengan garampun aku mau ayah asalkan ayah tetap disini kami tak perlu makan dengan makanan seperti yang orang kota makan kami lebih suka membaca al quran yang setiap hari ayah  ajarkan kepada kami , atau nyanyian lagu rindu pengoyak hati dikala perut sakit  karna seharian belum makan kami lebih suka kau membacakan cerita nabi dan para rasul yang sering kau ceritakan setelah selesai sholat.
 Dan hari ini masih kutatapi radio tua kesayangan ayah. berharap suatu saat nyanyian lagu rindu ini bisa membawa ayah pulang semoga ayah masih ingat dengan kisah nabi yang sering ayah ceritakan. Ingin sekali ku sampaikan salamku melalui sebuah nyanyian ini
ingin sekali ku memberontak , berteriak supaya dunia tahu apa yang kurasakan ini betapa beratnya tanggung jawab yang sudah bertahun tahun aku pikul yah sudah lama setelah ayah pergi tanggung jawab menjaga adik dan ibu mencari nafka bagi mereka karna sekarang ibu sudah tua dan sudah banyak penyakit yang mengrogoti tubuhnya dan adik adikku yang begitu semangatnya belajar sampai sampai tak tega untuk berbagi tanggung jawab ini kepada mereka , tak sampai hati mengatakan engkau harus putus sekolah atau menceritakan kalau ayah sekarang tak lagi bersama kita dia telah lupa kepada kita .
biarlah tanggung jawab ini àku rasakan sendiri menunggu sampai ayah pulang dan menceritakan kisah kisah nabi kepada kami, mengajarkan kami membaca alquran dan selalu menyeret kami dari tempat tidur di kala kumandang azan bergema di seluruh penjuru desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar